Andalan

Bianglala Keikhlasan

Kenapa sih nama domainnya bianglala keikhlasan?

Satu, karena aku suka sekali dengan bianglala / ferris wheel. Ada juga berbagai wahana lainnya yang aku suka seperti carousel dan anting anting. Tapi, kenapa bianglala?

Dua, dari bianglala aku (mencoba) belajar bahwa hidup kadang di atas, kanan, bawah, kiri, kembali lagi ke atas, begitu seterusnya sampai lelah. Yang lelah itu ya aku, sampai aku lelah, sehingga terkadang aku ingin agar lelah ini cepat berakhir.

Tiga, masih teringat jelas di ingatanku, hingga saat ini, aku dan dia bermain bianglala. Kami bermain dua jenis bianglala, jenis pertama ialah bianglala pasar malam dan jenis kedua ialah bianglala wahana permainan yang kokoh (kalian paham kan maksudku? aku agak sulit menjelaskannya). Nah, saat menaiki jenis pertama, aku ketakutan karena merasa bianglala ini tidak safe dan tidak memenuhi aspek K3 dan berukuran kecil seperti kandang ayam. Namun tidak di dia, dia terlihat bahagia karena melihat aku ketakutan. Nah, ketika bianglala jenis kedua, gantian dia yang ketakutan karena takut ketinggian (tinggi bianglala jenis kedua jauh melebihi bianglala jenis pertama). Aku bahagia karena gantian melihat dia ketakutan dan merasa ini memenuhi syarat K3 dengan ukuran besar serta lapang.

Empat, kenapa ikhlas? Karena jujur, maaf Ya Allah, jujur hingga saat ini aku masih belum bisa untuk benar-benar ikhlas menerima semua hal yang terjadi pada hidupku. Pertanyaanku akan bermuara pada beberapa hal “kenapa harus aku?”, “memang gak ada orang lain yang bisa menggantikan posisiku?”, “aku menjalani ini sebagai kisah cinta pertamaku, kenapa harus berakhir seperti ini?”. Aku tahu dengan jelas kalau dia membaca ini, dia akan sangat marah. Dia pernah bilang “kamu gak boleh ngomong kayak gitu lagi, Allah tahu segalanya, sudah biar Allah saja yang bekerja terkait hal ini, kita coba jalani saja ya”.

Crash Landing On You

Kali ini, aku mau bikin tulisan tentang drama korea CLOY. Aku yakin semua sudah menonton (mayoritas lebih tepatnya). Ini versi ku, versi yang menurutku sangat sangat touchable moment.

. .

Episode 9. Menit ke 77. Ini scene di mana Kapten Ri (dan 4 anak buah “koreksi kalau sebutanku salah”) kembali menolong Se Ri kabur ke Korsel naik kapal kecil yg kemudian melewati ladang bebas ranjau. Kapten Ri mengingatkan Se Ri tentang masa berkabung 6 bulan. Kapten Ri mikir kalau Se Ri lupa. Kapten Ri bilang “untuk tidak kembali ke pria lain”. Kapten Ri masih sangat sangat menginginkan Se Ri kembali. Entah bagaimana caranya, aku yakin saat itu Kapten Ri pun tak tahu jelas akan bagaimana caranya, sing penting yakin. Lalu, Se Ri meng-iya-kan masa berkabung tersebut. Eh, Kapten Ri terus bilang “Kau boleh mengencani pria lain dan bercengkrama dengan yang lain seolah-olah tak ada yang terjadi. Tapi jangan kesepian lagi. Jangan pernah berpikir ingin menghilang di tempat yang indah. Kau punya aku. Aku takkan ada di sisimu, tapi aku selalu berdoa agar kau tak kesepian. Berbahagialah, sampai akhir hayatmu. Aku senang jika kau begitu”. Duhhhhh, aku ngerasa kalau selama ini mas ngomong kayak gini ke aku, dengan redaksi bahasa yang berbeda. Intinya sama. Aku mewek gak terduga saat scene ini.

. .

Episode 12. Menit ke 42. Ini scene di mana mereka mabuk bersama di rumah Se Ri. Se Ri bilang “Kayaknya aku mabuk nih”. Kapten Ri bilang “Kalau kau mabuk, aku mau mengatakan sesuatu. Aku tak mau kembali. Aku hanya ingin di sini bersamamu. Aku mau menikahimu di sini. Dan mempunyai anak yang mirip denganmu. Aku mau anak kembar. Aku mau bermain piano lagi. Aku mau melihat rambutmu memutih dan kulitmu keriput. Dirimu yang menua. Kau pasti masih cantik”. Ahhhh, ini dia yg sejak dulu ingin aku bilang. Aku ingin bilang ini ke mas ketika kita pisah di terminal, saat mas balik ke rumah pakde. Tapi, apa daya, aku perempuan, saat itu posisinya kita baru ketemu tatap muka selama 4 hari. Tapi mas, itulah hal yang ingin aku katakan. Pun sampai sekarang. Rasanya aku gak sanggup bayangin mas menua dengan wanita lain dan aku menua dengan pria lain.

. .

Episode 12. Menit ke 87. Scene di mana Se Ri mikir kalau Kapten Ri dan 4 anak buah benar benar balik ke Korut. Se Ri kembali ke rumah dan posisi kosong. Se Ri flashback masa lalu saat ia bilang ke Kapten Ri “kalau begitu jangan pergi sampai lukanya pulih. Hanya sampai lukanya pulih. Berjanjilah kepadaku. Begitu pulih, walau kau langsung menghilang, aku akan menerimanya”. Se Ri mencari-cari Kapten Ri “Jeong Hyeok. Kau sudah pergi? Sungguh pergi? Secepat ini?”. Se Ri nangis terisak sampai terduduk. Eh ternyata Kapten Ri dan 4 anak buah mempersiapkan surprise ulang tahun Se Ri. Se Ri keluar rumah, Kapten Ri nyusul. Kapten Ri minta maaf telah mengejutkan Se Ri. Se Ri bilang “aku bukan terkejut, aku ketakutan”. Kapten Ri bilang “mulai saat ini, di hari ulang tahunmu, aku akan bahagia, selalu bahagia karena orang yang aku cintai masih hidup, ini akan selalu jadi hari yang bahagia”. Saat Se Ri nangis terisak dan ketakutan, itu pula yang aku rasakan 24 Desember 2019 lalu. Aku SUNGGUH MENYESAL telah menawarkan untuk memberi penjelasan terkait hubungan kita di akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020. Kalau saja aku gak menawarkan itu, tentu aku sekarang gak akan kesepian. Masih ada mas di sampingku. Aku tahu harus cerita ke siapa terkait apapun yang aku rasa. Aku kangen mas.

. .

Episode 16. Menit ke 28. Scene ini, banyak banget meme nya, mau di IG atau FB. Scene di mana Se Ri baru keluar rumah sakit, naik mobil sama ibunya, kondisi belum stabil, lari lari ngejar Kapten Ri, saat Kapten Ri dan 4 anak buah mau balik ke Korut. Gantian dgn beberapa org yg mau balik ke Korsel (semacam barter). Se Ri sambil lari, nangis, bilang “jangan pergi begitu saja. Aku harus apa jika kau pergi begitu saja? Bagaimana aku bisa hidup setelah kau pergi? Aku harus apa?”. (Mas, ini yang aku rasa selama ini. Pun sampai sekarang, masih aku rasakan. Lidahku kelu. Kata-kata Se Ri mewakili perasaanku). Kapten Ri bilang, “tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa. Walaupun sesuatu terjadi, itu bukan salahmu. Aku tak punya penyesalan. Kau memasuki hidupku seperti anugerah. Aku bersyukur akan itu”.

. .

Episode 16. Menit ke 76. Scene di mana memperlihatkan Kapten Ri terus SMS Se Ri (yang sudah dibuat beberapa waktu lalu, dirancang agar Se Ri bisa terus menerima pesan sampai setahun ke depan, Kapten Ri seakan ingin terus memberi tahu apa yang sedang ia lakukan, apa yang sedang ia rasa, dan sebagainya agar Se Ri tidak kesepian). Se Ri sangat bersyukur akan hal ini. Anyway, istilahnya pesan terjadwal, hanya bisa setahun. Ah, aku harap aku bisa merasakan dan mengalami apa yang Se Ri rasakan dan alami. Kemudian, Kapten Ri SMS, “itu bunga Edelweis. Mari bertemu di negara tempat bunga itu bersemi. Aku tidak bisa bilang kapan, tapi kalau kita berusaha yang terbaik, mungkin takdir akan membantu kita”. Jujur mas, itu pula yang aku harapkan. Aku masih sangat berharap kita bisa bertemu kembali dalam posisi yang kita harapkan bersama.

. .

Episode 16. Menit ke 90. Scene di mana Se Ri ke Swiss setelah satu tahun dari pesan terjadwal (dua tahun dari perpisahan mereka). Se Ri membayangkan kembali melihat Kapten Ri main piano di pinggir danau. Kapten Ri main di geladak kayu. Aku ikut membayangkan, apakah aku bisa melihat mas kembali? Se Ri terus balik ke Swiss setiap tahunnya sambil berdoa, berharap bisa menemukan atau ditemukan Kapten Ri. Se Ri bilang “Itulah keputusan yang aku ambil. Hidup kita hanya sekali. Tapi, aku sudah memutuskan untuk menghabiskan hidupku bertemu dengan cinta sejatiku, melepaskannya dan menunggu untuk bertemu sekali lagi. Itulah keputusanku. Jadi, jika perasaanmu sama, datanglah kepadaku”. Aku yakin, mas pasti paham kenapa ini pula yang menjadi keputusanku. Bagiku, mas tak terganti.

. .

MAS, APA BISA KITA KETEMU LAGI?

Sabtu 30 Mei 2020

Mas udah selesai belum ya nonton CLOY nya? Seharusnya tanggal 3 Mei aku sudah bisa update blog terkait CLOY. Tapi karena kebetulan mas bilang belum selesai, itu aku undur. Tanggal 14 Mei, mas bilang kalau mas tinggal menyelesaikan 2 episode lagi. Tapi mas, sekarang sudah tanggal 30 Mei tapi mas belum ada tanda tanda bahwa sudah selesai.

.

Mas, dari lubuk hatiku terdalam, IMHO. Aku minta tolong. Kalau boleh saran, tolong tepati janji mas. Tolong selesaikan apa yg sudah mas mulai. Jika tidak ingin diselesaikan maka tidak perlu dimulai. Aku harap mas paham dan tidak tersinggung. Tapi gpp juga sih kalau mas tersinggung, itu hak mas, aku minta maaf.

Kenapa aku seperti ini? Karena yang dipegang dari seseorang ialah ucapannya (spoiler: lihat lirik lagu Lathi – Weird Genius ft. Sara Fajira). Mungkin nanti akan ada pertanyaan dari mas “kenapa aku gak ingetin”. Ya aku salah tapi ini sudah berulang kali mas lalukan + aku sudah bukan siapa siapa untuk menuntut mas melakukan hal ini. Aku harap mas paham maksudku.

.

Apa seseorang harus menjadi orang terdekat mas dahulu baru kemudian mas melunasi janji? Tentu tidak kan?

. . . . .

. . . . .

Hahaha, tulisan ini aku bikin jam 12 siang. Eh jam 6 sore dapat kabar kalau CLOY nya udah kelar ditonton hahahaha. Ya maap gan.

Karate Challenge

Aku gak tau sih apa sebutannya yg tepat. Itu yg kayak di IG IG gitu, yg akhir akhir ini make up challenge atau watercolor brush challenge dsb. Yg mereka saling lemparin kuas terus nanti ada hasil terbaru dari kuas tersebut. Terus kuas nya dilemparin ke yg temennya, gitu terus selanjutnya sampe kelar.

Nah mas kan anak bela diri ya. Mungkin namanya karate challenge atau taekwondo challenge, atau apalah itu namanya. Hari ini Minggu 17 Mei 2020 sekitar jam 17.00 WIB mas update story WA.

Massss dadaku bergetar, tanganku gemetar. Sungguh aku kangen. Aku pengen ada di samping mas. Aku pengen liat mas secara langsung (lagi). Duhhh nangis lagi. Gak bisa apa ya aku sekali aja nulis tentang mas tapi gak pake nangis.

Mas, sehat sehat. Aku (masih) cinta mas ❤️.

Kamis 14 Mei 2020

Masssss. Aku dapat teman di blog. Aku senang. Aku pengen cerita langsung ke mas, pengen nelpon, tapi gak mungkin lagi ya? Yahhhh aku nangis lagi dong. Padahal tadi di awal nulis aku udah bahagia lho.

Aku kangen mas. Aku masih sayang mas. Sungguh. Mas sehat sehat di sana. Aku pengen denger suara mas.

Mas, gimana kerjaannya? Mas udah siap lebaran sama Pak Mocal? Sampaikan salamku ke Pak Mocal. Oh ya, tadi aku udah chat adik Mas, mau nelpon, tapi aku keburu hectic. Mungkin hari ini aku mau coba janjian nelpon lagi.

Aku mau ngobrol sama Pae Mae. Aku mau bilang kalau aku sayang mereka. Entah, aku juga gak tau apakah itu bisa terucap atau gak. Tapi yang jelas, aku mau bilang. Aku mau bilang makasi karena sudah mendidik mas dengan baik, setidaknya yg mas lakuin itu hasil didikan Pae Mae. Mas yg menemani aku, itu hasil didikan Pae Mae.

Mas tapi belum pernah ngobrol sama Ibu ya Mas? Ah, yasudahlah. Semua sudah berlalu ya Mas (?).

Selasa 12 Mei 2020

Nanti, akan tiba masanya di mana mas akan fokus pada kehidupan mas. Mas akan fokus pada keluarga baru. Mas (mungkin) akan hapus semua chat, foto video, atau apapun itu yg berhubungan denganku. Aku tidak mempermasalahkan itu semua karena itu hak mas, hak prerogatif mas. Bahkan, saat ini pun, aku juga sudah bukan siapa siapa, apalagi nanti.

Nantinya, akan ada hati baru yg harus mas jaga. Aku paham sekali akan hal itu. Aku paham sekali alasan jika nantinya mas akan berbuat seperti itu.

Satu hal (lagi) yg harus mas ketahui. Sampai kapan pun, mas selalu ada di hati aku. Walau mungkin kecil, atau mungkin masih sama besar seperti sekarang, entahlah, yg jelas mas selalu ada di hatiku.

Blog Bianglala Keikhlasan, aku anggap itu sebagai harta pusaka ku. Akan aku jaga. Akan selalu aku rawat, rajin aku tanam dan siram. Nantinya, ketika mas sudah dgn kehidupan mas namun aku tidak, aku akan terus update blog ku. Aku akan memperlakukan blog sebagaimana aku chat mas. Aku perlakukan seakan-akan aku curhat sama mas. Walau mungkin komentar mas akan jarang muncul karena kesibukan mas misalnya. Gpp mas. Aku cuma mau kasih tahu agar mas paham nantinya.

Curhat

Akan beda ya feel nya kalau kita curhat ke teman yang sudah menikah dan teman yang belum menikah.

Bisa dipastikan, teman yang sudah menikah pasti komennya rata rata seperti ini: ikhlasin; iya memang ini berat, tapi coba dinikmati saja dulu; sudah, lupakan saja toh dia juga sudah lupa; untuk apalagi dipikirin, dia pasti udah nyari yang lain; coba deh buka hati, ketemu orang baru, terus kamu ternyata sreg; hidupmu gak berhenti di situ, dia udah jalan, masa kamu masih stuck.

Kejam tau. Iya aku juga tahu kalau kondisinya akan demikian. Aku gak butuh kata kata semacam itu. Kalimat yang mungkin menurut kalian menenangkan, tapi bagiku malah tidak sama sekali. Coba deh kalian di posisiku, apa kalian yakin tidak berbuat hal yang sama dengan yang aku lakukan? Apa kalian kuat berdiri? Apa kalian mampu untuk terus bangun di pagi hari dengan berharap bahwa semua tidak pernah terjadi? Bahwa semua ini hanya mimpi? Niat kalian baik, aku paham itu, tapi tidak tepat, timing nya gak pas.

Kalau curhat ke teman yang juga masih belum menikah, yang pernah merasakan hal yang sama, pasti responsnya begini: gak usah paksakan dirimu, jika memang belum bisa menerima, gpp, proses; silahkan nangis jika kamu ingin nangis, jangan ditahan; ini semua bukan kesalahanmu, dia juga gak mau hal ini terjadi. Walau mungkin bagi golongan pertama kalimat ini seakan-akan angin surga, tapi ini yang aku (atau bahkan kami?) butuhkan. Menenangkan. Betul-betul menenangkan. Aku tau kok bagaimana posisi dan kondisi yang sedang aku alami sekarang, coba tolong sampaikan kalimat yang meneduhkan, bukan kalimat yang meranggas kering seperti itu.